Info Anak

Gejala Penyakit Autis Pada Anak

Gejala Penyakit Autis

Gejala Penyakit Autis

Orang yang menderita autisme memiliki hidup di dunianya sendiri. Mereka sering kali menolak setiap kontak dengan orang lain dan mereka sulit sekali untuk bersosialisasi. Sayangnya orang tua memiliki sedikit sekali pengetahuan tentang autis.

Ada baiknya kita mencoba untuk memahami mereka dan membuat mereka merasa baik, karena hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab dan obat untuk autisme.

Semakin gejala autis ditemukan pada seorang anak, maka akan lebih baik. Sebab penderita autis memerlukan perlakuan khusus dan mereka perlu diawasi. Pada umumnya mereka tidak menyadari apa yang benar dan apa yang salah dalam banyak kasus.

Autis adalah salah satu kondisi yang sangat unik. Kita pun sulit untuk menemukan atau menemukan gejala-gejalanya. Autisme adalah salah satu kelainan yang mempunyai tanda dan gejala yang bervariasi.

Sejauh ini pengobatan yang bisa diakukan untuk penderita autis adalah melakukan terapi autis. Sehingga mereka bisa mendapatkan perawatan yang baik. Berikut ini adalah beberapa gejala autis yang biasanya terlihat pada penderita autis.

  • Penderita autis memiliki masalah dalam berbicara, mereka tidak dapat mengekspresikan diri karena minimnya kemampuan bahasa yang mereka miliki.
  • Mereka menghindari untuk menyentuh atau disentuh orang lain. Mereka juga menghindari kontak mata dengan orang lain.
  • Mereka tidak menyukai jika ditemani oleh orang lain dan mereka lebih suka menyendiri. Bisa dikatakan mereka mempunyai dunia mereka sendiri.
  • Ketika sedang bermain, mereka mempunyai cara berbeda jika dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Cara mereka bermain pun terlihat aneh.
  • Mereka sangat sensitif terhadap cahaya terang dan suara yang keras.
  • Mereka terlihat seperti tuli dan mereka terkadang tidak menanggapi saat kita memanggil namanya.
  • Penderita autis biasanya bisa fokus pada satu objek selama berjam-jam
  • Pada beberapa kasus mereka tidak menunjukan rasa takut. Misalnya jika mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Semoga artikel tentang gejala autis ini dapat membantu anda dalam mengenali gejala umum bagi penderita autis. Untuk terapi autis, saya sangat merekomendasikan terapi dengan metode ABA. Untuk informasi lebih lanjut anda bisa mengunjungi www.sahabatqualita.com

Advertisements

Perkembangan bayi usia 3 bulan

perkembangan bayi usia 3 bulan

perkembangan bayi usia 3 bulan

Pada usia ini bayi berkembang sangat pesat, ia mulai bisa mengamati benda-benda di sekelilingnya dan ingin meraih benda tersebut. Sang bayi juga mulai lebih stabil gerak dan refleknya serta kebiasaan menggenggam tangannya mulai menghilang.

Bayi yang berusia 3 bulan, perlu pengawasan yang lebih ketat karena dia mulai memasukkan benda-benda yang diraihnya kedalam mulut. Di usia ini juga sang bayi mulai suka mendengarkan suara-suara asing terutama suara dirinya sendiri.

Jika anda ingin memberikan mainan kepada bayi, maka usia ini lah anda bisa memberikan mainan tersebut. Disarankan untuk memberikan mainan yang terbuat dari karet atau plastik dengan ujung yang tumpul.

Hindari mainan yang diberi pewarna yang mudah terkelupas seperti cat dan sejenisnya. Memberikan mainan yang memiliki suara akan lebih baik karena dapat melatih pendengarannya dan merangsang bayi agar lebih aktif.

Bayi di usia 3 bulan, sudah bisa untuk diperkenalkan ke dunia luar dan hendaklah diajak jalan-jalan disekitar rumah saja. Untuk merangsang perkembangan otak si bayi anda bisa memperdengarkan lagu-lagu lembut atau menyanyikan lagu kepada sang buah hati anda.

Anda bisa mengajak si bayi untuk berkomunikasi disertai dengan mengerak-gerakan tangannya dan bayi juga sudah mulai bisa mengekspresikan gembira, sedih dan tertawa.
Berikut perkembangan bayi usia 3 bulan:

  1. Menegakkan kepala – hal ini merupakan perkembangan dan kepandaian pertama yang dilakukan sang bayi, seperti menegakkan kepalanya sejajar dengan tubuh. Bahkan saat telungkup si bayi akan mengangkat kepalanya mencoba berinteraksi dengan sekelilingnya.
  2. Gerakan kaki dan tangan lebih baik – Bayi akan lebih sering melambai-lambai tangan dan menendangkan kakinya, membuat sendi paha dan lututnya lebih lentur dan tendangannya pun akan lebih kuat.
  3. Pola tidur lebih stabil – Bayi menjelang usia tiga sampai empat bulan pola tidurnya akan menjadi lebih stabil, dan bagi sang ibu pun akan menjadi lebih tenang dan sedikit lebih lega.
  4. Memperhatikan Wajah –  Bayi diusia tiga bulan mulai memperhatikan wajah orang-orang terdekatnya, dan dia sudah bisa mengenali dan mengingat wajah yang dilihat terutama ibunya. Ikatan emosi yang terjadi antara bayi dengan ibu membuat si bayi merasa aman dan nyaman.  Hal ini yang membuat sang bayi menolak untuk di gendong dengan orang yang tidak dikenalnya.
  5. Perkembangan awal bahasa – Masa-masa sensitif dimana rangsangan lisan si bayi menjadi lebih penting. Oleh karena itu hendaklah anda untuk lebih mengenalkan beberapa variasi kata dan bunyi kepada si bayi.
  6. Sentuhan menjadi lebih sensitif – Berikanlah sentuhan yang lebih lembut atau anda bisa menggunakan bahan halus seperti tisu dan kain. Anda pun bisa memberikan sentuhan ketangannya atau anggota tubuh yang lain. Hal ini dapat menambah kepekaan dan konsentrasi bagi bayi anda.

Kemampuan dalam perkembangan bayi berbeda-beda pada setiap tahapan usianya. Jadi hendaklah anda atau orangtua lebih sering berinteraksi kepada sang buah hati untuk membantu daya kembangnya menjadi lebih baik.